Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Lima Pembunuh Gairah Seksual

Ada hal-hal sepele yang bisa menjadi penyebab hilangnya gairah seksual.

Faktor usia atau rendahnya hormon kerap dituding sebagai penyebab menurunnya gairah seksual. Padahal, selain fisik, perubahan libido seseorang dipengaruhi banyak hal, termasuk faktor psikis.  

Berikut ini lima hal yang menyebabkan menurunnya libido dan gairah, seperti dikutip dari Shine.

Tegang dan cemas terus menerusTidak ada hal yang dapat membunuh gairah seseorang dengan cepat kecuali stres. Usahakan agar selalu dapat mengontrol stres yang diperoleh dari pekerjaan, rumah dan keuangan. Lakukan relaksasi dengan menarik nafas dalam, cukup  tidur, yoga dan olahraga teratur dapat membantu mengurangi stres.

Anda juga dapat mencatat situasi apa yang menyebabkan Anda merasa stres sehingga bisa membantu melewatkan stres di lain waktu.

Obat-obatan tertentuObat-obatan tertentu dapat berefek menghambat libido, seperti antidepresan, antihistamin dan obat tekanan darah. Jika sedang meminum obat tertentu yang membuat Anda kehilangan gairah seksual, konsultasikan dengan dokter.

Citra tubuh negatifSangat sulit memperoleh keinginan berhubungan intim jika tak merasa diri cukup seksi. Berolaharaga secara teratur dapat membantu Anda lebih sehat dan terlihat lebih seksi serta menambah percaya diri. Pastikan Anda mengenakan pakaian bersih dan rapih, dengan tubuh bersih.

Melupakan keintiman Sulit bagi wanita merasakan keintiman bila merasa terpisah secara emosional dari pasangan. Untuk itu, luangkan waktu untuk menjalin keintiman dengan melakukan sesuatu yang istimewa bersama-sama, seperti menikmati makan malam ditemani cahaya lilin, sesi pijat, mandi bersama atau menulis surat cinta dan membacanya dengan suara nyaring.

Minum alkohol berlebihanMeski berpikir bahwa beberapa minuman beralkohol akan meningkatkan performa seks, konsumsi alkohol berlebihan sebenarnya memberi efek mematikan pada dorongan seksual. Perlu diingat bahwa orang yang sedang mabuk tak membuat wanita baik-baik bergairah.

Bila merasa dorongan seksual terganggu, saatnya mencari penyebabnya. Karena seks merupakan bagian kehidupan yang memberi berbagai manfaat fisik dan emosional dalam hubungan. Selain lima hal di atas, pertimbangkan mengurangi asupan kafein, berhenti merokok, dan mengasup suplemen gizi untuk meningkatkan performa.

Selamat mencoba!


Anda Nurlaila• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/262146-lima-pembunuh-gairah-seksual

Sabtu, 15 Oktober 2011

'Klub Istri Patuh' Ajak Pria Poligami Gauli Semua Istri Bersamaan

Masih ingat dengan "Klub Istri Patuh" di Malaysia yang menghebohkan beberapa waktu lalu? Kini kelompok poligami itu kembali menuai kontroversi dengan menerbitkan buku panduan seks Islami. Buku itu menyerukan kaum pria yang berpoligami untuk berhubungan seks dengan semua istrinya pada waktu bersamaan.

Bahkan dalam buku setebal 115 halaman itu, ada sebuah bab berjudul: "Bagaimana Seks Menjadi Ibadah" yang berisi penjelasan blak-blakan mengenai seks, salah satunya ajaran tentang mencumbu payudara. Demikian seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Jumat (14/10/2011).

Belum lama ini, klub tersebut menjadi bahan pemberitaan dengan imbauan radikalnya mengenai seks dan pernikahan. Imbauan itu termasuk agar kaum istri melayani suami-suami mereka di tempat tidur dengan lebih baik daripada pelacur untuk mencegah suami mereka selingkuh.

Saat peluncurannya pada Juni lalu, "Klub Istri Patuh" menyatakan telah memiliki 800 anggota di Malaysia dan 200 lainnya di negara-negara lain.

Jamil Khir Baharom, Menteri Malaysia yang bertanggung jawab atas masalah-masalah Islami, telah berjanji akan menyelidiki isi buku kontroversial tersebut. Penerbitan buku ini memang sangat berani mengingat Malaysia melarang buku-buku yang dianggap pornografi atau menghina Islam.

Maria Chin Abdullah, direktur eksekutif kelompok pembela wanita, Empower, menyebut buku tersebut sebagai penghinaan atas peran wanita.

"Itu benar-benar penghinaan bagi gerakan hak-hak wanita. "Kami telah melangkah sejauh ini untuk menyatakan kaum wanita bukan cuma obyek seks," cetusnya.


(ita/vit)
Rita Uli Hutapea - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2011/10/14/161215/1744244/1148/?992204topnews

Rabu, 05 Oktober 2011

Tips Cegah Pertengkaran Agar Tak Berkepanjangan

Pernahkah Anda mendapati pasangan yang sama sekali tidak pernah bertengkar? Rasanya hampir mustahil, karena setiap hubungan asmara, pasti akan selalu diwarnai masalah dan pertengkaran dan hal itu sangat wajar.

Pertengkaran memang tak terelakkan dalam kehidupan asmara. Tapi yang terpenting adalah, bagaimana kita menyikapi masalah, perdebatan atau pertengkaran yang terjadi. Jangan sampai kita salah bersikap yang bisa membuat hubungan renggang dan akhirnya putus. Dikutip dari She Knows, ini dia tips agar pertengkaran tak terus berlarut-larut.

1. Jangan Memperlebar Masalah
Kesalahan yang sering terjadi saat pasangan bertengkar adalah, seringkali mereka mengungkit hal-hal yang melenceng jauh dari masalah utamanya. Tindakan itu bukannya membuat pertengkaran mereda, tapi justru memperparah. Usahakan untuk fokus pada isu yang saat ini sedang dihadapi, bukan masalah di masa lalu atau hal-hal kecil yang bisa memperuncing pertengkaran.

Setiap kali Anda merasa akan mengeluarkan komentar yang keluar dari konteks permasalahan, berhentilah bicara dan tarik napas dalam-dalam. Dengan begitu, Anda bisa tetap fokus dan masalah pun jadi cepat terselesaikan.

2. Berhenti Sejenak
Ada kalanya kita tidak dapat mengendalikan emosi, sekeras apapun usaha yang dilakukan untuk menahannya. Tapi sebenarnya ada cara agar emosi Anda tidak meledak-ledak dan menjaga Anda tetap berpikir rasional. Ketika Anda merasa emosi sudah mulai memuncak, minta waktu pada pasangan untuk berhenti sejenak.

Tidak ada aturan semua masalah dalam percintaan harus diselesaikan di tempat dan saat itu juga. Katakan Anda butuh waktu untuk diam dan menenangkan pikiran, sehingga keputusan apapun yang akan diambil nanti sudah melalui pemikiran yang matang, bukan karena keputusan spontan karena dilingkupi emosi. Tidak perlu sampai berhari-hari, cukup lima menit atau beberapa jam untuk mengembalikan Anda berdua pada akal sehat dan perspektif yang lebih segar.

3. Perhatikan Nada Suara
Saat sama-sama dalam suasana yang memanas, orang jadi lebih mudah bersikap sarkastik dan meninggikan nada suara. Baik secara sengaja atau spontan, hal itu dilakukan semata-mata untuk menunjukkan dominasi, agar suaranya lebih didengar dan untuk mempertahankan argumennya.

Namun pada kenyataannya, jika masing-masing pasangan tidak mau menurunkan egonya, yang terjadi justru pertengkaran bertambah dahsyat. Ketika nada Anda mulai meninggi, cobalah berusaha melambatkan pengucapan dan pelankan suara. Hindari juga melontarkan kata-kata kasar. Semakin Anda berkonsentrasi terhadap cara bicara, akan lebih mudah menjaga suara tetap normal dan meredakan pertengkaran yang memanas.

4. Hindari Bahasa Tubuh yang Negatif
Menyilangkan tangan, berdiri memunggungi lawan bicara, bertolak pinggang dan menunjuk-nunjuk wajah pasangan hanya akan membuat Anda terlihat semakin marah dan tidak dapat 'dijangkau'. Bahasa tubuh negatif tersebut juga bisa meningkatkan emosi sehingga amarah pasangan bisa semakin memuncak.

Daripada menunjukkan pose tubuh agresif, berdirilah dengan sikap yang netral, tangan di samping, bertatap muka dengan pasangan cobalah setenang mungkin. Pertengkaran memang bisa memusingkan dan membuat stres sehingga Anda pun sulit untuk rileks. Tadi setidaknya cobalah untuk terlihat tenang agar Anda dan pasangan bisa berkompromi.

5. Ubah Mood Anda dan Pasangan
Menyelipkan candaan saat bertengkar? Mungkin kedengarannya aneh. Pasangan mungkin juga akan mengernyitkan dahi atau menaikkan alis begitu mendengar kelakar Anda saat berdebat. Tapi cara tersebut bisa saja menurunkan ketegangan dalam pertengkaran.

Bukan menyarankan Anda melawak atau melucu, tapi mungkin menggunakan istilah atau frase yang tidak biasa. Misalnya, "Sampai Lebaran Monyet, masalah ini tidak akan selesai kalau kita saling ngotot", atau "Sikap kamu kadang membuat Aku bingung tujuh keliling". Dengan begitu, ketegangan jadi sedikit mencair dan lebih mudah bagi Anda berdua untuk menyelesaikan argumen tanpa harus memarahi satu sama lain.









(hst/hst)

Hestianingsih - wolipop

 http://www.wolipop.com/read/2011/10/05/180030/1737672/852/tips-cegah-pertengkaran-agar-tak-berkepanjangan?993306woli

Minggu, 25 September 2011

3 Persen Pasutri Berhubungan Intim Tiap Hari

“Hanya 1 persen saja yang menikmati seks lebih dari sekali sehari.”


Melakukan hubungan intim menjadi suatu kebutuhan pasangan suami istri. Meski begitu, tidak semua pasangan memprioritaskan hubungan seks untuk dilakukan setiap hari.
Hal ini terbukti dari hasil survei yang dilakukan perusahaan produk Adam and Eve, hanya tiga persen pasangan suami istri yang melakukan hubungan seks setiap hari.

Seperti dikutip laman New York Daily News, survei dilakukan dengan metode jajak pendapat yang melibatkan 1.000 pria dan wanita. Dari hasil jajak pendapat ini juga diketahui bahwa hampir 20 persen pasangan tidak aktif secara seksual, 5 persen mengaku tidak pernah berhubungan seks dan mayoritas responden (26 persen) mengatakan mereka berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu.

Enam belas persen dari peserta yang tersisa mengatakan mereka berhubungan seks 3-4 kali seminggu sedangkan, 15 persen mengaku berhubungan seks sekali atau dua kali sebulan. Sebanyak tujuh persen juga menyatakan bahwa mereka berhubungan seks setiap beberapa bulan saja. “Hanya 1 persen saja yang menikmati seks lebih dari sekali sehari,” ujar salah seorang peneliti.



Lutfi Dwi Puji Astuti 
• VIVAnews
http://kosmo.vivanews.com/news/read/249809-3---pasutri-berhubungan-intim-setiap-hari

Minggu, 31 Juli 2011

Ini Pertanyaan yang Perlu Anda Jawab Sebelum Nikah

Setelah beberapa lama menjalin asmara dengan pasangan, Anda berpikir ingin menikah. Namun apakah Anda sudah siap? Coba jawab empat pertanyaan ini.

Psikolog yang kerap memberikan nasihat tentang percintaan dan populer setelah muncul dalam talk show Oprah Winfrey, Dr. Phil McGraw, mencoba memberikan sarannya untuk mengetahui apakah Anda memang sudah siap menikah. Coba jawab pertanyaan-pertanyaaan berikut ini dan temukan jawabannya apakah Anda siap menikah atau justru belum.

Kenapa Anda menikah?
Seperti dikutip dari drphil.com, hal pertama yang harus Anda jawab adalah alasan kenapa Anda ingin menikah. Cobalah jujur dan evaluasi lagi berbagai alasan yang Anda sebutkan itu.

Pastikan Anda menikah bukan karena ingin menghindar dari suatu hal, misalnya tekanan orangtua. Pikirkan lagi dengan baik kenapa Anda ingin menikah, jangan sampai Anda menikah hanya karena alasan-alasan konyol yang nantinya Anda sesali.

Apakah Anda mengenal dan mempercayai pasangan?
Setiap pasangan ingin menikah sekali seumur hidupnya. Oleh karena itu, sangat penting mengenal orang yang akan kita nikahi luar-dalam. Sebelum menikah dengan pasangan, Anda pikirkan lagi, sudahkan Anda mengenal si dia dengan baik? Sudah tahukah Anda soal berbagai masa lalunya? Bagaimana dia bersikap selama pacaran?

Jika masih ada yang Anda ragukan dari si dia, cari tahu jawabannya sebelum pernikahan itu terjadi. Jangan sampai Anda menyesal kemudian hanya karena ternyata si dia menyembunyikan sesuatu di masa lalu.

Apakah Anda menyiapkan diri untuk menjalani kehidupan pernikahan atau hanya pesta pernikahan?
Mempersiapkan pernikahan memang menyenangkan, mulai dari gaun atau kebaya, tempat, bunga, kue dan lain-lain rasanya semua sudah terbayang di pikiran Anda. Namun Anda perlu ingat, pernikahan itu bukan hanya saat hari Anda dan pasangan mengucapkan janji sehidup semati, pernikahan akan berlangsung seumur hidup.

Komunikasikan dengan pasangan tentang visi-misi dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Misalnya soal anak, keuangan, karir, pembagian tugas rumah tangga dan lain-lain. Jika ada perbedaan visi dan misi dalam hal-hal tersebut, bukan berarti Anda dan pasangan tidak cocok. Kompromi adalah kunci untuk sebuah keharmonisan pasangan suami-istri.

Sudah siapkah Anda berkorban?
Beberapa pengorbanan terkadang harus dilakukan saat Anda sudah menikah. Misalnya saja, mengurangi waktu 'bermain-main' bersama teman, kehilangan pekerjaan karena harus ikut suami ke kota lain, dan lain-lain.

Sebelum menikah, Anda harus menyadari konsekuensi ini. Memang akan lebih menyenangkan jika segala pengorbanan itu tak perlu dilakukan. Namun kalau memang harus terjadi, sudahkah Anda siap?

Tak hanya itu saja, jika ternyata pernikahan membuat Anda harus berkorban banyak, misalnya kehilangan teman, keluarga dan karir, pikirkan lagi, apakah pernikahan itu sebanding dengan segala pengorbanan Anda. Jangan sampai Anda setelah menikah malah mengalami depresi karena harus banyak berkorban.


(eny/eny)

Eny Kartikawati - wolipop

 http://www.wolipop.com/read/2011/07/25/171755/1689096/854/ini-pertanyaan-yang-perlu-anda-jawab-sebelum-nikah

5 Batasan yang Harus Ada Dalam Pernikahan

Memiliki kehidupan bersama, bukan berarti Anda mengetahui apa yang diinginkan dan tak diinginkan oleh pasangan. Setiap pasangan yang memiliki peraturan atau batasan dalam pernikahannya, biasanya lebih mampu mengatasi konflik ketimbang yang tidak. Seperti yang dikutip dari ezinearticles, berikut lima batasan yang harus ada dalam pernikahan.

1. Batasan seksual
Tak jarang Anda berasumsi mengetahui segala sesuatu yang diinginkan dan tak diinginkan oleh pasangan saat bercinta, begitu juga sebaliknya. Sayangnya tidak semua asumsi benar adanya, kecuali jika Anda dan pasangan saling berbagi cerita mengenai keiinginan bercinta. Membicarakan hasrat seksual, spontanitas dan fantasi akan membuat Anda serta pasangan dapat menikmati momen berdua tanpa harus melewati zona tak nyaman.

2. Batasan keuangan
Uang seringkali menjadi sumber masalah dalam pernikahan. Sebaiknya ketahuilah dengan jelas tujuan keuangan Anda sedari awal. Susun perencanaan rumah tangga mulai dari tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Siapa yang membayar biaya hidup tiap harinya, siapa yang membayar biaya 'hang-out' di akhir pekan, dan siapa yang membayar biaya liburan. Intinya, saling terbuka mengenai pendapatan dan pengeluaran Anda dan pasangan.

3. Batasan dalam pengasuhan anak
Sebagian pasangan yang menikah memiliki peraturan masing-masing dalam pengasuhan anak. Sebagian pasangan membagi tugas tiap harinya, sedangkan pasangan lainnya memutuskan untuk memilih satu pihak untuk mendisiplinkan si kecil dan yang lain memanjakannya. Sangat penting membicarakan dan membagi tanggung jawab, karena tak jarang hal ini bisa menyinggung atau menyakiti pasangan. Dan sekalinya membuat keputusan, beritahu pada anak bahwa Anda akan mendukung setiap keputusan pasangan, begitu juga sebaliknya.

4. Batasan teman dan keluarga
Ketika menikah, Anda mungkin memiliki teman atau anggota keluarga pasangan yang tak disukai. Hal ini bisa menjadi 'kerikil' dalam suatu hubungan dan harus segera ditangani. Bicarakan kepada pasangan mengenai perasaan Anda terhadap orang tersebut. Bukan berarti pasangan harus hilang kontak dengan orang tersebut. Tetapi bila ia tahu perasaan Anda, tentunya pasangan akan mementingkan Anda dalam setiap keputusan mengenai kapan, di mana dan seberapa sering ia berinteraksi dengan orang tersebut.

5. Batas emosional
Jika ada hal yang tidak bisa dibagi dengan pasangan Anda, katakan dari awal bahwa ini lebih baik ketimbang Anda harus menyembunyikannya. Misalnya, trauma masa kecil atau pengalaman buruk pada hubungan sebelumnya yang terlalu menyakitkan untuk dibicarakan. Katakan pada pasangan bahwa Anda tak ingin membicarakan karena Anda tidak menyukainya. Konsultasikan masalah ini dengan seorang terapis untuk mendapatkan jalan keluar dan menjaga hubungan pernikahan menjadi lebih baik.

(eya/eny)

Eya Ekasari - wolipop

http://www.wolipop.com/read/2011/07/27/172304/1690772/854/5-batasan-yang-harus-ada-dalam-pernikahan

5 Cara Memaafkan Suami yang Berselingkuh

Perselingkuhan seringkali jadi penyebab utama rusaknya pernikahan. Perasaan dikhianati membuat Anda sulit mempercayai dan melupakan kesalahan pasangan. Seperti yang dikutip dari professorshouse, berikut lima langkah mempertahankan kehidupan rumah tangga dan cara memaafkan kesalahan pasangan.

1. Langkah pertama adalah mengatur kemarahan Anda. Maksud mengatur disini bukan berarti Anda tidak boleh marah atau malah melampiaskan kemarahan berlebihan. Anda hanya perlu waktu untuk menentukan cara pelampiasan amarah yang benar hingga pada akhirnya memutuskan kapan waktu yang sesuai untuk memaafkan.

Ini artinya, Anda tidak bisa bersama dengan pasangan untuk sementara waktu, setidaknya sampai emosi mereda. Setelah tenang, Anda harus menyuarakan isi hati kepada pasangan. Jika Anda tidak bisa meredakan amarah, maka Anda tidak akan bisa mengampuni kesalahan si dia.

2. Sebelum mencoba dan memaafkan, Anda harus memutuskan apa yang menjadi keinginan Anda. Banyak pasangan yang bisa memaafkan dan menjalani pernikahan mereka kembali, tapi sebagian lagi tidak. Jika Anda termasuk orang yang tak bisa, baik bagi Anda untuk segera mengakhiri hubungan ini. Cerai memang bukan jalan yang baik, namun jika cara ini bisa membuat Anda jauh lebih bahagia. Mengapa tidak? Namun perlu diingat, keputusan ini bukanlah keputusan yang bisa diambil dalam semalam, pikirkan masak-masak mengenai konsekuensi yang akan Anda dan keluarga terima.

3. Penelitian menunjukkan bahwa 2/3 perselingkuhan terjadi di tempat kerja. Tanyakan pada pasangan Anda apakah ia bersedia melepaskan semua hubungan dengan orang ketiga tersebut, termasuk jika ia harus pindah kerja? Jika pasangan tidak bisa melakukan ini, maka Anda dihadapkan pada kemungkinan bahwa pasangan masih bisa menemui selingkuhannya setiap hari. Semua jenis hubungan dengan orang ketiga harus terputus, agar Anda lebih mudah untuk memaafkan.

4. Ketika Anda memutuskan untuk memaafkan pasangan yang berselingkuh, Anda harus mengetahui konsekuensi dari keputusan yang dipilih. Begitu juga dengan keputusan untuk tidak memaafkannya. Ingat, hal ini bukanlah kesalahan Anda namun keputusan Anda untuk bertahan atau tidak dapat memengaruhi orang lain. Satu-satunya alasan yang membuat Anda mau mempertahankan pernikahan ini bukanlah anak-anak, tetapi Anda harus melakukan apa yang dirasa benar dan adil bagi semua orang yang terlibat.

5. Apakah pasangan Anda tulus meminta maaf? Sekarang Anda tahu semua hal mengenai pasangan. Tidak hanya apa yang bisa mereka lakukan, tetapi juga seberapa mampu ia mencintai Anda. Bicarakan masalah ini berdua, tanyakan mengapa hal tersebut bisa terjadi, dan apa yang ia bisa lakukan untuk memperbaiki keadaan. Luangkan waktu untuk membayangkan posisi Anda sebagai pasangan, tanyakan pada diri apakah ia benar-benar merasa menyesal? Hanya Anda yang bisa menjawab pertanyaan ini.

Hikmah dari bagaimana cara memaafkan pasangan yang berselingkuh adalah belajar bagaimana cara untuk melepaskan. Anda bisa memilih untuk melepaskan semua amarah dan memaafkan si dia atau benar-benar melepaskan pasangan untuk pergi dari kehidupan Anda.


(eya/eya)

Eya Ekasari - wolipop

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money