Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2011

Gerakan Shalat Lenturkan Syaraf Tubuh

Kalau saja pesan salat bisa kita terapkan dalam pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, tentu hasil kinerjanya akan optimal dan berkualitas.

Dampak positif lain dari salat juga mendatangkan kesehatan.

Jika kita perhatikan dan rasakan dalam gerakan-gerakan salat, dari mulai takbir mengangkat kedua tangan, ruku, sujud, duduk, dan gerakan lainnya,  jaringan syaraf tubuh akan tetap lentur dan  rileks.
Dari banyak penelitian, sujud misalnya, mampu membebaskan otak syaraf dari kegelisahan, rasa resah dan tekanan kejiwaan. Kepasrahan yang dilakukan orang yang sujud membuat otak dan syaraf menjadi tenang dan terasa kosong. Seorang yang salat telah berbagi keresahan dan kegelisahan hidupnya kepada Tuhannya sehingga akan terasa ringan.

Dengan ucapan dan gerakan salat kita dapat menyatukan antara hati pikiran dan gerak untuk mencapai khusyuk. Mengapa tahajjud pada waktu malam sangat ditekankan?  Karena dalam keheningan malam itu kita akan merasakan hubungan intim dan penuh privacy dengan Tuhan.

Setiap gerakan salat adalah bahasa ritual, sejak dari mengangkat tangan, membungkukkan badan, sampai menundukkan ke-pala ke tanah. Semuanya itu, kalau saja dihayati dengan mendalam, jauh lebih ekspresif ketimbang ucapan seribu kata.

Ketika seorang muslim bersujud dengan khusyuk menundukkan kepala dan menempelkan dahinya ke tanah, maka rangkaian kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan perasaan hatinya ketika bersimpuh menghadap Tuhan.

Dengan demikian, seseorang yang salat dengan tertib dan khusyuk akan mampu membuat dirinya dalam keyakinan tinggi untuk menjalani hidup serta kepasrahan tulus atas semua ketentuan Tuhan. Hidup akan tetap optimistis karena selalu dekat dengan Tuhan.



Oleh : Komaruddin Hidayat
Editor: Anita K Wardhani  |  Sumber: Banjarmasin Post
http://www.tribunnews.com/2011/08/09/gerakan-shalat-lenturkan-syaraf-tubuh

Nokia Luncurkan Konten Islami untuk Rayakan Ramadhan

Di bulan yang penuh hikmah ini, Nokia turut merayakan Ramadhan dengan meluncurkan konten Nokia Life Tools terbaru. Konten ini merupakan layanan Islami dan aplikasi ramadhan pada Ovi Store yang memberikan kemudahan bagi para pengguna Nokia dalam menjalani ibadah dan memperoleh informasi Islami.


Layanan Islami  dari Nokia Life Tools menghadirkan beragam informasi yang memberikan pencerahan spiritual dan aplikasi ramadhan melalui Ovi Store menyajikan beragam aplikasi menarik mulai dari resep menu hidangan di bulan puasa hingga permainan seru bernuansa islami untuk mengisi waktu sebelum berbuka.

“Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Nokia. Oleh karena itu Nokia turut mendukung perayaan Ramadhan di negara yang memiliki populasi Islam terbesar di dunia ini dengan menghadirkan Layanan Islami melalui Nokia Life Tools dan beragam aplikasi Ramadhan dari Ovi Store. Nokia berharap dapat memberikan keleluasaan serta kemudahan bagi para pengguna dalam beribadah,” ujar Lukman Susetio, Head of Marketing Nokia Indonesia, dalam rilisnya, di Jakarta, Kamis (11/8/2011).

Dia melanjutkan ini bertujuan memberikan nafas baru bagi para pengguna di bulan suci ini Nokia mempersembahkan inovasi layanan Islami Nokia Life Tools, dan aplikasi Ramadhan dari Ovi Store, mulai dari mobile Al-Qur’an hingga hiburan musik dan permainan dengan tema islami.


Penulis: Srihandriatmo Malau  |  Editor: Prawira Maulana
http://www.tribunnews.com/2011/08/11/nokia-luncurkan-konten-islami-untuk-rayakan-ramadhan

Senin, 01 Agustus 2011

Ramadhan Dinanti, Kurma Dicari

Kurma memang seakan-akan menjadi menu wajib di Bulan Ramadhan. Buah yang kaya dengan kalsium dan zat besi ini lebih cocok sebagai pendamping sahur dan berbuka selama Ramadhan.

Meski Ramadhan jatuh pada 1 Agustus, tapi penjual kurma sudah memadati kawasan Ampel Surabaya sejak H-2 puasa. Di Jl. Mas Mansur dan Sasak misalnya, bertebaran para pedagang kurma baik yang ada di toko maupun penjual dadakan.

Halimah misalnya, sudah 2 hari jelang puasa berjualan kurma. Sejak setahun kemarin, perempuan asal Bangkalan Madura itu menjual berbagai jenis kurma di kawasan Ampel. Dia sengaja berjualan ketika Bulan Ramadhan tiba.

“Jualannya cuma kalau Ramadhan saja. Setelah itu ya di rumah,” ujarnya pada suarasurabaya.net, Minggu (31/7/2011).

Setiap Bulan Ramadhan, Halimah selalu panen penghasilan. Bagaimana tidak? Dalam sehari, dia bisa menjual berkilo-kilo kurma. H-2 puasa saja, Halimah bisa meraup penghasilan sebesar Rp 2 juta. Mendekati Lebaran, dia bisa membawa pulang uang Rp 3-4 juta per hari.

Harga kurma yang dia jual bervariasi. Mulai yang paling murah yaitu Rp 15 ribu untuk kurma Irak hingga kurma Tunisia yang harganya mencapai Rp 50 ribu per kg. Kurma Tunisia mahal karena terkenal dengan rasanya yang nikmat. Meski demikian, tidak sedikit pembeli yang memilih kurma biasa yang harganya lebih murah.

Identiknya kurma dengan Ramadhan seolah menambah nikmatnya ibadah puasa. Apalagi, buah yang satu ini memang merupakan sunnah Rasul untuk berbuka. Selain khasiatnya yang kaya akan kandungan gizi. Tidak heran jika kurma selalu dicari di Bulan Ramadhan.(git)



suarasurabaya.net
http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=48d9a52d0e527ed210e2f05b658aa0a9201195597

Rabu, 20 Juli 2011

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1432 H pada Senin 1 Agustus

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1432 Hijriyah jatuh pada Senin (1/8). Demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam jumpa pers di kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (14/7).

Penetapan itu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid. Disebutkan bahwa ijtima' menjelang Ramadhan 1432 H terjadi pada Ahad (31/7) pukul 01:41:00 WIB.

Adapun tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta yakni plus 06 derajat 30 menit 03 detik  atau hilal sudah wujud. ‘’Dan di seluruh Indonesia pada saat Matahari terbenam hilal sudah diatas ufuk,’’ papar Yunahar.

Sementara untuk Idul Fitri 1432 H,  sambung dia, PP Muhammadiyah menetapkan jatuh pada Selasa  (30/8). Dijelaskan, bahwa ijtima' menjelang Syawal 1432 H terjadi pada Senin (29/8) pukul 10:05:16 WIB.

Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta min02 derajat 08 menit dan 16 detik (hilal sudah wujud). ‘’Jadi, untuk Ramadhan tahun ini, akan dilaksanakan selama 29 hari,’’ ujar Yunahar, yang didampingi Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Oman Fathurahman.

Di samping itu, ditetapkan pula 1 Dzulhijah yang jatuh pada Jumat (28/10). Ijtimak menjelang Dzulhijah 1432 H terjadi pada Kamis (27/10) pukul 02:57:10 WIB. Tinggi hilal saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah plus06 derajat 28 menit dan 53 detik (hilal sudah wujud) di seluruh wilayah Indonesia saat Matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan terjadinya perbedaan penetapan 1 Ramdhan, Syawal, dan Dzulhijah dengan pihak lain. ‘’Kemungkinan itu ada, terlebih bila metode yang dipakai berbeda semisal rukyat,’’ tandasnya.

Oleh karena itu, kata Yunahar, PP Muhammadiyah mengimbau kepada segenap warga Muhammadiyah untuk memahami, menghargai dan menghormati perbedaan itu dengan menjunjung tinggi ukhuwah.


Redaktur: Johar Arif
Reporter: Yusuf Assidiq
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/11/07/14/lob9we-muhammadiyah-tetapkan-1-ramadhan-1432-h-pada-senin-1-agustus

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money