Kurma memang seakan-akan menjadi menu wajib di Bulan Ramadhan. Buah yang kaya dengan kalsium dan zat besi ini lebih cocok sebagai pendamping sahur dan berbuka selama Ramadhan.
Meski Ramadhan jatuh pada 1 Agustus, tapi penjual kurma sudah memadati kawasan Ampel Surabaya sejak H-2 puasa. Di Jl. Mas Mansur dan Sasak misalnya, bertebaran para pedagang kurma baik yang ada di toko maupun penjual dadakan.
Halimah misalnya, sudah 2 hari jelang puasa berjualan kurma. Sejak setahun kemarin, perempuan asal Bangkalan Madura itu menjual berbagai jenis kurma di kawasan Ampel. Dia sengaja berjualan ketika Bulan Ramadhan tiba.
“Jualannya cuma kalau Ramadhan saja. Setelah itu ya di rumah,” ujarnya pada suarasurabaya.net, Minggu (31/7/2011).
Setiap Bulan Ramadhan, Halimah selalu panen penghasilan. Bagaimana tidak? Dalam sehari, dia bisa menjual berkilo-kilo kurma. H-2 puasa saja, Halimah bisa meraup penghasilan sebesar Rp 2 juta. Mendekati Lebaran, dia bisa membawa pulang uang Rp 3-4 juta per hari.
Harga kurma yang dia jual bervariasi. Mulai yang paling murah yaitu Rp 15 ribu untuk kurma Irak hingga kurma Tunisia yang harganya mencapai Rp 50 ribu per kg. Kurma Tunisia mahal karena terkenal dengan rasanya yang nikmat. Meski demikian, tidak sedikit pembeli yang memilih kurma biasa yang harganya lebih murah.
Identiknya kurma dengan Ramadhan seolah menambah nikmatnya ibadah puasa. Apalagi, buah yang satu ini memang merupakan sunnah Rasul untuk berbuka. Selain khasiatnya yang kaya akan kandungan gizi. Tidak heran jika kurma selalu dicari di Bulan Ramadhan.(git)
suarasurabaya.net
http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=48d9a52d0e527ed210e2f05b658aa0a9201195597
Meski Ramadhan jatuh pada 1 Agustus, tapi penjual kurma sudah memadati kawasan Ampel Surabaya sejak H-2 puasa. Di Jl. Mas Mansur dan Sasak misalnya, bertebaran para pedagang kurma baik yang ada di toko maupun penjual dadakan.
Halimah misalnya, sudah 2 hari jelang puasa berjualan kurma. Sejak setahun kemarin, perempuan asal Bangkalan Madura itu menjual berbagai jenis kurma di kawasan Ampel. Dia sengaja berjualan ketika Bulan Ramadhan tiba.
“Jualannya cuma kalau Ramadhan saja. Setelah itu ya di rumah,” ujarnya pada suarasurabaya.net, Minggu (31/7/2011).
Setiap Bulan Ramadhan, Halimah selalu panen penghasilan. Bagaimana tidak? Dalam sehari, dia bisa menjual berkilo-kilo kurma. H-2 puasa saja, Halimah bisa meraup penghasilan sebesar Rp 2 juta. Mendekati Lebaran, dia bisa membawa pulang uang Rp 3-4 juta per hari.
Harga kurma yang dia jual bervariasi. Mulai yang paling murah yaitu Rp 15 ribu untuk kurma Irak hingga kurma Tunisia yang harganya mencapai Rp 50 ribu per kg. Kurma Tunisia mahal karena terkenal dengan rasanya yang nikmat. Meski demikian, tidak sedikit pembeli yang memilih kurma biasa yang harganya lebih murah.
Identiknya kurma dengan Ramadhan seolah menambah nikmatnya ibadah puasa. Apalagi, buah yang satu ini memang merupakan sunnah Rasul untuk berbuka. Selain khasiatnya yang kaya akan kandungan gizi. Tidak heran jika kurma selalu dicari di Bulan Ramadhan.(git)
suarasurabaya.net
http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=48d9a52d0e527ed210e2f05b658aa0a9201195597


Senin, 01 Agustus 2011 [04.08]
habib maulana
Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar