Rabu, 27 Juli 2011

Jeruk Purut untuk Kekebalan Tubuh Pasien Kanker

Buah dan daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) selama ini dikenal sebagai buah bahan untuk bumbu penyedap masakan. Tanaman ini juga populer di kalangan pengguna herbal  karena manfaatnya untuk meringankan sakit influenza, batuk atau pun untuk shampoo.

Melalui hasil penelitian, manfaat tumbuhan perdu ini ternyata lebih hebat lagi, yaitu bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Berdasarkan penelitian awal mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), kulit jeruk purut dapat menjadi zat antioksidan yang membantu menstabilkan kekebalan tubuh bagi penderita kanker. Kulit buah ini bahkan berptensi menjadi  pengganti doxorubicin atau obat penjaga sistem imun bagi penderita kanker pascaoperasi atau kemoterapi kanker.

Herwandani Putri dan dua temannya, mahasiswa yang melakukan penelitian tersebut, menyatakan kulit jeruk purut mengandung senyawa naringenin dan hespiridin, yang berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan pendamping kemoterapi kanker.

Lebih lanjut Putri mengatakan, cara membuat obat dari kulit jeruk purut cukup sederhana. Jeruk dikupas, ambil kulitnya dan dicuci seperlunya, lalu dipanaskan dalam oven hingga kering. Kulit jeruk kering ditumbuk hingga menjadi bubuk halus. Bubuk halus ini ditaruh dalam cawan atau tempat lain, dan dicampur atau ekstraksi dengan etanol sebagai pelarut.

Menurutnya, 500 gram serbuk jeruk yang diekstraksi dengan etanol bisa menghasilkan 100 gram. Dalam penelitiannya, Putri menggunakan ekstrak jeruk purut tersebut ke tikus yang tengah kemoterapi.
"Dengan perlakuan itu setelah kami teliti, sel darah putih tikus bertambah cukup signifikan," kata Putri, Jumat (22/7/2011).

Selain itu, menurutnya penggunaan herbal dari jeruk purut, bagi penderita kanker yang menjalani kemoterapi bisa mencegah efek obat kimia yang diakibatkan pemakaian doxorubicin, seperti rambut tidak rontok.

Penelitian Herwandani Putri tersebut telah diikutkan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Makassar, Kamis (21/7/2011). Putri menjanjikan akan meneliti lebih dalam lagi penerapan kulit jeruk purut sebagai obat alternatif dan dikembangkan dalam kemasan

Jika merujuk ketentuan internasional, uji laboratorium dan percobaan obat setidaknya memerlukan waktu 20 tahun. Tapi, dia merasa yakin temuanya bisa lebih cepat diaplikasikan jika banyak pihak membantu dalam pengembangannya.

"Saya berharap tidak sampai menunggu 20 tahun ekstrak jeruk purut bisa jadi obat kemoterapi kanker yang diakui dunia kedokteran," tegasnya.



K3-11 | Asep Candra
http://health.kompas.com/read/2011/07/22/16362366/Jeruk.Purut.untuk.Kekebalan.Tubuh.Pasien.Kanker.

"Terapi Listrik" Rel KA Bahayakan Jantung

< inzet / ketr. gbr :KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Warga sekitar membaringkan tubuh mereka saat melakukan terapi listrik di rel kereta api dekat Stasiun Rawa Buaya, Jakarta Barat, Senin (18/7/2011).
Walaupun membahayakan keselamatan, warga tetap berani berbaring dan menghabiskan waktu antara 1 hingga 2 jam untuk melakukan terapi yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, seperti tumor, stroke, asam urat, hingga diabetes


Tingginya biaya kesehatan membuat sebagian besar warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, memanfaatkan rel kereta api sebagai pengobatan alternatif untuk mengobati berbagai macam jenis penyakit.

Ironis memang, tetapi itulah kenyataan yang saat ini terjadi. Warga yang tidak mampu dan sulit mendapatkan akses pelayanan kesehatan harus melakukan pengobatan yang justru sangat membahayakan keselamatan nyawa mereka.

Arif (30), warga sekitar Rawa Buaya yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek, mengaku sudah satu setengah tahun menjalani "terapi listrik" rel kereta api. Sama seperti warga lainnya, Arif mulai melakukan pengobatan "terapi listrik" pada 2009 silam karena melihat ada sekerumunan orang berkumpul di rel kereta.

"Saya kirain dulu ada orang yang tabrakan, soalnya banyak orang ngumpul di rel kereta api. Tapi ternyata lagi terapi," kata bapak satu anak ini, Senin (25/7/2011).

Arif mengaku merasa agak takut saat pertama kali ingin mencoba melakukan "terapi listrik" rel kereta api. Akan tetapi, rasa takut itu terkalahkan dengan rasa penasarannya yang lebih besar sehingga dia memberanikan diri mencoba pengobatan alternatif yang terbilang cukup berisiko tersebut.

Setelah mencoba "terapi listrik" rel kereta api, Arif merasa badannya lebih terasa segar dan aliran darah menjadi lancar. Bahkan sakit pinggang dan gangguan sesak di dadanya berangsur-angsur pulih.
"Alhamdulillah sejak terapi di situ jadi mendingan. Sekarang sakit pinggang saya sudah mendingan," ucapnya.

Menurut Arif, "terapi listrik" rel kereta api tidak hanya dilakukan oleh orang tua dan dewasa saja, bahkan anak remaja pun banyak yang mencobanya, tetapi anak kecil tidak diperbolehkan.

Berbeda halnya dengan pengobatan ke puskesmas dan rumah sakit yang harus menyiapkan sejumlah uang, dengan terapi listrik ini, yang diperlukan hanyalah sebuah kain lap basah dan air minum. Lap basah tersebut akan digunakan untuk menggosok rel kereta api supaya tegangan listrik yang dihasilkan menjadi lebih besar.

"Kalau kereta lewat, aliran listrik (strum) akan lebih besar, tetapi kalau keretanya enggak lewat, strumnya kecil," katanya.

Setiap minggu, Arif pergi ke rel kereta api untuk melakukan terapi selama kurang lebih satu jam. Sekitar pukul 16.30, warga sudah berkerumun di sekitar stasiun rel kereta api Rawa Buaya untuk melakukan terapi ini. Bahkan, menurut Arif, banyak warga dari tempat lain yang datang jauh-jauh hanya untuk sekadar melakukan "terapi listrik".

"Rasanya kaya kejet-kejet gitu aja. Pas dipengang badan bergetar semua. Mulai dari kaki, badan, kepala semua bergetar," ujarnya.

Selama melakukan terapi sejak tahun 2009 sampai sekarang, Arif mengungkapkan belum pernah ada korban yang meninggal akibat melakukan terapi ini, baik itu yang tertabrak kereta api maupun yang terkena tegangan tinggi. Semenjak ramai diberitakan sejumlah media televisi akhir-akhir ini, larangan dan sanksi pun mulai diberlakukan pihak PT Kereta Api Indonesia setempat kepada warga yang masih mencoba melakukan terapi listrik di rel kereta api.

Situasi ini membuat Arif dan beberapa warga sekitar Rawa Buaya, Cengkareng, cukup kecewa. "Dengar-dengar dendanya Rp 15 juta. Padahal buat berobat sendiri sekarang biayanya mahal. Alternatif nyaman ya di kereta api, murah. Cuma modal bawa badan dan air doang," ujarnya.

Manfaat terapi listrik juga dirasakan Heni (47) yang tinggal tidak jauh dari stasiun kereta Rawa Buaya. Ibu tiga anak ini mengaku sudah merasakan manfaat dari terapi membahayakan ini. Betapa tidak, Heni yang dulunya sering merasa nyeri, kesemutan, dan susah bangun lantaran ada masalah di kaki, saat ini penyakitnya sudah mulai membaik. "Alhamdulillah baik. Semutan hilang, nyeri yang dilutut juga sembuh," katanya.

Menurut Heni, terapi listrik di rel kereta api sudah dilakukannya sejak 2009 sampai sekarang. Hampir seminggu dua kali dia pergi ke rel kereta untuk menjalani pengobatan yang dipercaya oleh orang sekitar bisa menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit.

Uniknya adalah terapi ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh mereka yang dari sisi finansial tidak mampu, tapi juga dilakukan oleh orang-orang yang dari sisi finansial dan pendidikan jauh lebih baik.
"Saya mulai terapi ini pas masih sepi, belum banyak orang yang tahu. Sekarang sudah ramai. Bahkan ada yang ke sana bawa motor, mobil. Orang kaya juga banyak yang kumpul," katanya.

Setelah melakukan terapi (tidur di atas rel), biasanya Heni dan warga lainnya sudah menyiapkan air minum. Air minum tersebut sengaja dibawa untuk mereka minum setelah melakukan terapi. Karena ada anggapan, banyak minum air sehabis melakukan terapi dapat membantu aliran darah menjadi lebih lancar.

Heni mengaku sebelumnya sudah pernah melakukan pengobatan ke puskesmas, tetapi kondisi kesehatannya tak kunjung ada perubahan. Setelah dia mencoba terapi di rel kereta, sakit di kakinya justru berangsur-angsur membaik dan sembuh.

"Pokoknya benar deh, saya bukan ngomong bohong ya. Ini kaki saya enggak sakit lagi, semutan hilang. Tapi, sekarang kalau kambuh lagi sudah enggak berani lagi ke sana karena sudah dilarang. Daripada ngeluarin duit sampai Rp 15 juta mendingan berobat ke rumah sakit yang mahal," tandasnya.

Berisiko ganggu jantung
Menanggapi fenomena banyaknya warga yang melakukan terapi ini, Prof Dr Yahya Kisyanto, PhD, Ketua Perhimpunan Kedokteran Komplementer dan Alternatif Indonesia mengaku prihatin.  Ia mengimbau masyarakat untuk menghentikannya karena pengobatan ini tak memiliki dasar ilmiah yang jelas.

"Kita mesti tahu dulu siapa orang yang memulai ini, dasarnya apa, maksudnya apa, patofisiologinya bagaimana, dan apa referensinya. Kita enggak bisa menerima begitu saja," ujarnya.

Menurut Kisyanto, tindakan coba-coba yang dilakukan warga sekitar stasiun kereta Rawa Buaya akan berisiko terutama bagi mereka yang mengidap penyakit jantung. Pasalnya, terapi listrik yang saat ini digunakan sebagai pengobatan nantinya bisa mengganggu ritme jantung.

"Jadi enggak bisa sembarangan main listrik. Memang ada di ICU kita gunakan namanya kejut jantung, tetapi itu karena kita sudah tahu apa sebabnya, kemudian apa yang mau kita kerjakan. Jadi jangan sembarangan," katanya.

Dia menjelaskan, pada dasarnya pengobatan komplementer hanya sebagai penambah dari pengobatan konvensional, tetapi bukan berarti pengobatan komplementer berbeda sama sekali dengan konvensional.

Terkait kasus ini, Kisyanto kembali menegaskan, yang terpenting adalah harus ditelusuri dahulu siapa orang yang pertama kali menganjurkan pengobatan seperti ini, latar belakangnya apa, dan apa teori yang dipakai.

"Jadi dari kita selalu itu. Telusuri dulu siapa yang pencetusnya, lalu apa maksudnya, kerjanya bagaimana, referensinya dari mana," tandasnya.



Bramirus Mikail | Asep Candra
http://health.kompas.com/read/2011/07/26/09205656/.Terapi.Listrik.Rel.KA.Bahayakan.Jantung

Lima Strategi agar Seks Tahan Lama

Rata-rata seorang pria mampu bertahan 5-10 menit ketika berhubungan seksual dan sekitar 71 persen pria mengaku ingin memiliki daya tahan lebih lama. Gunakan 10 strategi ini agar aksi di ranjang semakin panjang.

1. Latihan olahraga
Senam kegel merupakan olahraga yang bisa membantu menguatkan otot-otot yang bertanggung jawab pada kontrol ejakulasi. Lakukan latihan ini secara sederhana dengan menghentikan aliran urine kemudian melepaskan, berulang-ulang. Setelah terbiasa, Anda bisa melakukan latihan kegel di mana pun. Kuatkan otot kemudian tahan selama 10 hitungan, lalu lepaskan.

2. Berhenti memikirkan orgasme
Area otak yang bertugas memicu orgasme sangat sensitif begitu Anda mulai memikirkan orgasme saat berhubungan intim. Makin besar perhatian Anda, makin cepat ejakulasi datang. Karena itu, fokuslah pada yang terjadi sekarang, misalnya kulit pasangan yang lembut atau kata-kata mesra yang dibisikannya.

3. Berlatih masturbasi
Untuk latihan, bayangkan Anda melakukan masturbasi dengan pasangan. Lakukan selama 15 menit dan usahakan Anda tidak mencapai ejakulasi sebelum waktu yang ditentukan.

4. Lakukan penekanan
Jika gairah terasa makin memuncak, stop dan tekan bagian bawah kepala penis dan fokuskan tekanan pada bagian ureta, saluran yang berada di bawah penis. Tekanan ini akan menghambat aliran darah ke penis dan sementara bisa mengurangi respons ejakulasi.

5. Wanita lebih dulu
Bantulah pasangan untuk mencapai orgasme lebih dulu. Ini berarti Anda harus lebih kreatif mencari titik-titik sensitifnya. Cara lain adalah melakukan posisi woman on top karena pada posisi ini biasanya rangsangan pada penis sedikit berkurang. Posisi ini juga membuat si dia lebih cepat mencapai orgasme.



Sumber :Mens Health
Lusia Kus Anna
http://health.kompas.com/read/2011/07/26/13524470/Lima.Strategi.agar.Seks.Tahan.Lama

Ngorok dan Disfungsi Seksual

Gangguan tidur jelas menyebabkan penurunan semangat, vitalitas kemampuan konsentrasi, dan juga performa seksual. Siapa pun akan menolak berhubungan seks saat lelah mendera. Gangguan tidur bukan hanya insomnia.

Tahukah Anda, adanya gangguan tidur yang membuat kita terus merasa lelah dan mengantuk walau tidur cukup? Kantuk berlebihan, atau lebih dikenal dengan sebutan hipersomnia, adalah rasa kantuk yang dirasakan walau sudah tidur cukup.

Penyebab hipersomnia tersering adalah sleep apnea atau henti napas saat tidur yang ditandai dengan kebiasaan mendengkur. Sleep apnea terjadi akibat menyempitnya saluran napas saat tidur. Akibatnya, kadar oksigen dalam darah turun berulang-ulang sepanjang malam. Kerja jantung dan berbagai organ pun turut terganggu.

Sleep apnea telah dikenal luas mengakibatkan penyakit-penyakit berbahaya seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, hingga stroke. Sleep apnea juga menyebabkan penurunan kualitas hidup, mulai dari produktivitas kerja, kehidupan rumah tangga, dan performa seks.

Dalam kehidupan rumah tangga, pendengkur sering dianggap keluarganya sebagai pemalas karena selalu mengantuk dan kelelahan. Efek dari hipersomnia juga memberikan penampakan seseorang yang kurang bermotivasi dan lamban.

Akibat kondisi kurang tidur ini juga, seseorang menjadi sensitif, mudah marah, tak sabaran, dan emosional. Apalagi, suara dengkuran yang mengganggu setiap malam.

Menurunnya minat seksual, walau jarang dibicarakan, menjadi pelengkap ramuan masalah rumah tangga ini. Perlahan dimulai dari permintaan untuk pisah kamar dan berlanjut menjadi perpecahan.

"Sleep apnea" dan disfungsi seksual

Berbagai penelitian telah memastikan hubungan yang erat antara sleep apnea dan gangguan ereksi. Dalam The Journal of Sexual Medicine terbitan November 2009, diungkapkan bahwa dari 69 persen pria pendengkur yang terdiagnosis sleep apnea ternyata mengalami disfungsi ereksi.

Sementara pasien tanpa sleep apnea hanya 34 persennya yang mengalami disfungsi ereksi. Dari penelitian ini juga disebutkan bahwa derajat disfungsi ereksi semakin parah sesuai dengan penurunan kadar oksigen darah saat tidur yang direkam lewat polisomnografi (pemeriksaan tidur di laboratorium tidur).
Artinya, semakin parah henti napas saat tidurnya, semakin berat juga disfungsi ereksi yang dialami. Derajat keparahan sleep apnea tidak dilihat dari keras atau tidaknya dengkuran, tetapi dari jumlah dan durasi henti napas serta penurunan kadar oksigen darah selama tidur.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya pada tahun 2005 yang dituangkan dalam Jurnal Urologi. Penelitian ini melihat pada kantuk berlebih yang dialami pendengkur yang diukur dengan epworth sleepiness scale. Hasilnya, pada pendengkur dengan nilai abnormal, 80 persen-nya mengalami disfungsi ereksi dibanding dengan 20 persen pada pria dengan nilai normal.

Sebuah penelitian pada tikus di tahun 2008 mencoba menjelaskan mekanisme hubungan antara sleep apnea dan gangguan ereksi. Para peneliti di University of Louisville meniru kondisi sleep apnea pada tikus. Tikus-tikus tersebut secara berulang sengaja dikurangi oksigennya, sama seperti yang dialami penderita sleep apnea pada waktu tidur.

Hasilnya, tikus-tikus tersebut mengalami penurunan ereksi spontan hingga 55 persen. Jelas tampak bahwa kekurangan oksigen untuk jangka waktu pendek saja sudah dapat menurunkan fungsi-fungsi seksual. Bahkan setelah dikembalikan pada kondisi oksigen normal, gangguan-gangguan tersebut tak dapat sepenuhnya hilang. Ini diukur lewat berbagai perilaku maupun fungsi-fungsi seksual tikus. Salah satunya adalah pemeriksaan nitric oxide synthase (NOS).

NOS endotelial adalah zat yang ditingkatkan pada penggunaan obat sildenafil (viagra).
Beberapa ahli urologi dari Yunani meneliti perawatan yang terbaik bagi pasien disfungsi ereksi yang juga mengidap sleep apnea.

Mereka menyimpulkan, pengobatan dengan sildenafil saja atau perawatan sleep apnea dengan continuous positive airway pressure (CPAP) saja tidaklah cukup. Efek terapi maksimal hanya didapatkan dengan pendekatan bersamaan medikasi sildenafil dan penggunaan CPAP.

Pengobatan menyeluruh

Dari semua penelitian yang menunjukkan hubungan antara mendengkur/sleep apnea dengan disfungsi ereksi tampak bahwa pencegahan lebih baik dibanding pengobatan. Efek kekurangan oksigen secara periodik untuk waktu yang singkat saja sudah langsung memengaruhi fungsi-fungsi seksual. Sekali terganggu, tidak mudah untuk mengembalikannya.

Perawatan sleep apnea dengan CPAP yang mengembalikan kadar oksigen selama tidur tak dapat mengembalikan fungsi-fungsi seksual seperti sediakala. Pengobatan disfungsi ereksi saja ternyata juga tidak memberikan hasil yang memuaskan. Untuk hasil yang optimal, kedua pendekatan pengobatan harus dijalankan bersama.

Demikian juga halnya dengan masalah mendengkur. Gangguan tidur yang satu ini sudah tak dapat diremehkan. Tata laksananya yang terdengar asing di masyarakat Indonesia pun mendesak untuk disosialisasikan.
 
Obstructive sleep apnea, henti napas saat tidur, mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari kualitas hidup, kehidupan rumah tangga, kesehatan, bahkan kematian. Berbagai spesialisasi kedokteran juga sudah harus menggali kemungkinan gangguan tidur ini pada pasien-pasiennya.

Penderita sleep apnea ditemui setiap hari di ruang-ruang praktik. Mereka datang dengan keluhan sakit kepala, kualitas tidur buruk, selalu lelah, depresi, gangguan seksual, diabetes, tekanan darah tinggi, atau bahkan pascastroke.
Pasien-pasien sleep apnea memerlukan berbagai pendekatan dari berbagai spesialisasi kedokteran secara menyeluruh.

dr Andreas Prasadja, RPSGT, Praktisi Kesehatan Tidur,  Sleep Disorder Clinic – RS Mitra Kemayoran




Sumber :Kompasiana
Asep Candra
http://health.kompas.com/read/2011/07/26/10394672/Ngorok.dan.Disfungsi.Seksual
 

Blackberry 7

Research in Motion melakukan serangkaian pembaharuan pada sistem operasi Blackberry 7 yang baru saja diperkenalkan. Ada sejumlah aplikasi dan fitur baru yang dibenamkan disini.

Salah satu unggulan OS Blackberry 7 adalah kecepatan brwsing. Blackberry 7 diklaim memiliki browser yang lebih cepat 1.6 kali lipat  dibandingkan dengan pendahulunya. Sekadar perbandingan, loading di Blod 9900 sekitar 7.81 detik, sementara Torch membutuhkan waktu hingga 12.4 detik.

Apa yang membuat Blackberry 7 bisa melesat lebih cepat. Salah satu faktornya adalah liquid raphics yang dibenamkan di Bold terbaru. Dukungan lain adalah Javascript terbaru yang telah mendukung konsep just in time. Kecepatan brwsing tadi juga didukung oleh elemen HTML.5 seperti HTML5 video.

Fitur terbaru lain yang diusung RIM adalah voice search. Ini fitur untuk membantu pengguna saat menggunakan mesin pencari. Dengan instruksi suara, pengguna bisa mencari konten yang dibutuhkan menggunakan ponsel atau web.

Blackberry balance merupakan fitur baru lain yang baru dimiliki Bold 9900/9930. Fitur ini mampu memilah konten personal dari konten korporat yang ada di ponsel–apabila pengguna menggunakan layanan Blackberi Enterprise Services. Dengan Blackberry balance, pengguna akan memiliki keleluasaan menggunakan handsetnya untuk imel, facebook, twitter dan game. Tak perlu takut bahwa konten atau layanan nonkoporat akan diblok oleh server.

Untuk urusan pekerjaan, ada aplikasi Docs To Go full version. Aplikasi ini menawarkan kekeluasaan penggunanya bekerja dengan word, excel dan power point. Aplikasi ini juga telah mendukung layanan PDF viewer.


http://www.infosmartphones.com/blackberry-7.html

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money