Kamis, 01 Maret 2012

Tukang Kredit Jadi Milyarder Terbaru Yamaha

Nama Ellsa muncul dalam pengundian Milyarder Yamaha dan Kejutan 3 in 1.

Ellsa Setiawati, 23 tahun asal Ciawi, Bogor, Jawa Barat sangat beruntung. Wanita yang berprofesi sebagai tukang kredit baju dan perlengkapan rumah tangga ini berhak mendapat hadiah Rp1 miliar.

Nama Ellsa muncul dalam pengundian Milyarder Yamaha dan Kejutan 3 in 1 di DDS Yamaha Jakarta, Sabtu, 18 Februari 2012 lalu.

"Saya beli Mio Sporty dan tidak menyangka dapat uang sebanyak ini. Uang ini akan saya gunakan untuk membantu anak-anak kurang mampu di panti asuhan. Selain itu, saya mau beli motor Yamaha Xeon," kata Ellsa.

Pengundian ini merupakan periode 1 sampai 31 Januari 2012, yang menjaring 56.224 konsumen pembeli Mio Sporty dan Mio CW. Selain Ellsa, 206 konsumen lainnya yang beruntung berdomisili di Jakarta mendapat hadiah mulai dari telepon seluler, TV32 inci dan 6 motor Yamaha V-ixion.

Indra Dwi Sunda, PR Corporate dan Communication Head Yamaha Indonesia dalam keterangan persnya, Senin 20 Februari 2012, mengatakan program Milyarder Yamaha dan Kejutan 3 in 1 ini merupakan bentuk apresiasi Yamaha kepada kepercayaan konsumen.

• VIVAnews
 http://otomotif.vivanews.com/

Selasa, 28 Februari 2012

Opera 'Sulap' Ponsel Fitur Serupa Smartphone

Opera melakukan perubahan dengan memasukkan fungsi jejaring sosial di Opera Mini Next.

Opera Software ASA merilis Opera Mini Next, yang merupakan versi pratinjau dari versi Opera Mini selanjutnya. Opera Mini Next memiliki fungsi media sosial, sehingga ponsel fitur pun akan semakin pintar layaknya smartphone.

Opera Mini Next langsung terintegrasi dengan media sosial seperti Facebook dan Twitter saat pertama kali membuka halaman. Ini membuat pengguna ponsel menjadi lebih dekat dengan media sosial.

"Opera Mini adalah web di ponsel mobile yang membuat ponsel fitur menjadi perangkat pintar. Sekarang, dengan Opera Mini Next, versi preview dari versi Opera Mini yang selanjutnya, ponsel sederhana bahkan dapat menjadi pintar dengan fungsi media sosial yang memadai," kata CEO Opera Software, Lars Boilesen dalam keterangan tertulisnya.

Sedangkan dalam versi smartphone Opera Mini Next, pengguna Android akan mendapatkan pengalaman browsing yang lebih halus, dengan akselerasi hardware dan Speed Dial yang tidak memiliki shortcut terbatas. Ini akan memudahkan akses ke semua situs web favorit Anda.

“Ketika semua orang berpikir untuk menggunakan jejaring sosial saat berpergian, mereka langsung berpikir tentang smartphone dengan aplikasi yang terinstal di dalamnya. Di Opera, kami tahu bahwa tidak semua orang menggunakan aplikasi di ponsel untuk mengakses jejaring sosial mereka,” ujar Boilesen.

“Karena itu kami membuat ponsel fitur 'menjadi' smartphone, dengan membuatnya semakin mudah mengakses situs jejaring sosial tepat di sebelah kanan layar mereka di Opera Mini untuk ponsel fitur. Hanya karena memiliki ponsel fitur, tidak berarti Anda tidak bisa aktif di situs jejaring sosial,” jelasnya.

Selain meluncurkan Opera Mini Next, Opera Software jugs meluncurkan Opera Mobile 12 dalam ajang World Mobile Congress 2012 di Barcelona. Opera Mobile 12 diperuntukkan untuk ponsel pintar Android dan Symbian. Opera Mobile 12 ini juga dilengkapi WebGL untuk 3D dan Web.

Dengan WebGL pada ponsel, akan lebih mudah membuat game lintas platform dan mendistribusikannya. “Opera telah berkontribusi secara signifikan dalam pengerjaan spesifikasi WebGL dan sekarang Opera Mobile memainkan peranan utama pada akselerasi roll-out GPU pada Android,” ujar Vice President of Mobile Content NVIDIA, Neil Trevett.

Selain itu, Opera Mobile 12 juga dilengkapi HTML parser support, yang berarti apps web yang lebih baik dan meningkatkan kompabilitas dengan website, mendukung penggunaan kamera pada browser, dan memungkinkan untuk kustomisasi Speed Dial di Opera Mobile, termasuk memasukkan Speed Dial sebanyak mungkin. (sj)

• VIVAnews
 http://teknologi.vivanews.com

Kamis, 23 Februari 2012

Menjajal Honda Civic BBG Wamen ESDM

Jujur saja, ngeri adalah hal yang pertama kali dirasakan detikOto ketika hendak menjajal mobil Honca Civic berbahan bakar gas yang merupakan mobil dinas Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo. Cukup susah juga menghilangkan rasa tersebut dari pikiran.

Namun kesempatan menjajal mobil bahan bakar gas milik Wamen ESDM sangat jarang. Terlebih anjuran pemerintah agar mobil pribadi menggunakan BBG terus bergulir, dan membuat kami penasaran merasakan mobil BBG.

Beruntung, di sela-sela kesibukannya sebagai Wakil Menteri ESDM, Widjajono yang akrab dipanggil Pak Wid mau diajak berkeliling kota Jakarta. Wah nyetirnya mesti hati-hati nih, ada wakil menteri di belakang. detikOto pun menjadi sopir dadakan Pak Wid selama sekitar sehari


 Pak Wid menjelaskan jika konventer kit yang dipasang di mobilnya merupakan konverter yang diproduksi PT Auto Gas Indonesia di Serpong.

Dari tampilannya, Honda Civic masih bawaan pabrik. Mobil masih utuh dan hanya bertambah saluran yang saat ini memakai gas tanpa menghilangkan tangki bahan bakar minyak. Sistem BBG yang dipakai di Civic ini adalah sistem LGV/Vigas yang didesain untuk mesin yang memiliki 3-8 silinder.

Mesinnya pun masih mesin standar bawaan Honda.


Tangki BBG berbobot 20 kg (berat kosong) diletakkan di dalam bagasi. Jika diisikan 36 liter LGV/Vigas, maka berat tangki jadi sekitar 48 kg.


Indikator BBG disematkan di tengah dashboard, tepat di bawah lighter. Jadi mudah untuk memantau isi gas. Selain itu indikator tersebut juga untuk switch dari gas ke bensin.
 


Meski sudah menggunakan gas, namun untuk menyalakan mesin mobil tetap membutuhkan BBM. Bahan bakar gas tidak bisa menyalakan mesin.

Gas akan masuk ke ruang bakar setelah pada suhu tertentu. Cara kerjanya begitu mesin menyala, tunggu beberapa saat sekitar 30 detik untuk sampai suhu tertentu, BBG baru bisa masuk ke ruang bakar. Dari indikator yang tadinya menyala di ikon bensin akan berpindah ke kiri tanda kalau mobil sudah menggunakan BBG.

Cukup tekan pedal gas sekali saja (setelah mesin menyala 30 detik atau suhu panas tertentu).

Tidak ada perbedaan saat memakai BBM atau BBG, mesin bensin 1.800 cc terdengar halus. detikOto pun mencoba menjalankan mobil Wamen ESDM.

Transmisi pun dipindahkan ke gigi 1. Mobil gas keluar dari markas Wamen di jalan MH Thamrin. Brumm, asyiknya perpidahan gigi terasa halus ketika menggunakan BBG.

"Dicoba saja mas mobilnya, biar tahu performanya," tutur Pak Wid. Mobil pun digeber habis sampai ke Jalan Sudirman dari Kantor ESDM. Beruntung siang itu sepi dengan mobil.

Terkesan dengan performa dan akselerasi mesin, detikOto melanjutkan sampai ke Jalan Gatot Subroto. Uniknya tidak ada bedanya saat menggunakan BBG dari versi bensin. Mesin sama nakalnya ketika memanfaatkan BBG. Mesin pun tidak endut-endutan saat menggunakan BBG.

Penasaran dengan mobil satu ini lebih dalam. Sembari mobil berjalan, detikOto mengalihkan bahan bakar menjadi bensin kemali.

Tidak terasa perubahan sama sekali, mobil pun tidak ada gejala tersendat ketika perpindahan sistem bahan bakar terjadi. Namun seharusnya akselerasi mesin lebih cepat secara LGV beroktan 98, sementara BBM Pertamax yang biasa digunakan Honda Civic beroktan 92.

Akan tetapi konsumsi BBG jadi 1:10 km. Hasil tersebut lebih irit jika dibandingkan ketika Pak Wid menggunakan BBM Pertamax 1:8 km.

Seperti terlihat di gambar di bawah, mobil ini dilengkapi dengan 8 komponen penunjang yakni LPG refueling port (1), LPG tank (2), multivalve, katup untuk mengatur level gas di tangki (3), reducer (4), filter (5), injector rail (6), change over switch(7), gas ECU (8), dan mulut tangki yang terletak di belakang mobil.





Sayang kami tidak sempat menjajal berapa jarak terjauh menggunakan 36 liter LGV. Mobil pun kembali diarahkan ke kantor ESDM. Apa yang detikoto rasakan, mobil gas ini cukup efektif selain itu kabin mobil tidak berbau gas.

Tapi ada yang harus diingat, jangan pernah merawat mobil BBG ke bengkel biasa. Bawa mobil ke tempat Anda memasang bahan bakar gas.





 Widjajono sibuk melayani pertanyaan wartawan soal konversi BBM ke gas.


( ddn / ddn ) 
http://oto.detik.com








Rabu, 22 Februari 2012

Mazda Siap Luncurkan CX-5 dengan Pengereman Otomatis

Selain meluncurkan sport car Mazda RX-8 Spirit R, Mazda Motor Indonesia (MMI) tahun ini masih akan meluncurkan sekitar dua model baru ke pasar Indonesia. Satu di antaranya adalah Mazda CX-5.

Mobil berjenis crossover yang baru saja memulai debut pemasarannya di Jepang ini untuk varian yang akan dilepas ke pasar Indonesia kabarnya akan menggunakan sistem pengereman otomatis oleh Mazda Motor Corporation (MMC), disebut dengan teknologi Smart City Braking Support (SCBS).

SCBS bekerja seperti laser windshield-mounted yang sensornya bekerja pada mobil saat berada di kecepatan 30 km/jam. Sensor langsung mendeteksi objek yang dipersepsikan sebagai halangan dari arah depan yang selanjutnya memerintahkan sistem komputer pada mesin ini untuk memperlambat laju putaran mesin ketika pengemudi tidak aktif melakukan pengereman.

Fitur SCBS bekerja menghindarkan pengemudi dari potensi tabrakan dari arah depan saat mobil melaju di kecepatan lambat. Di mobil ini, Mazda juga memasang fitur pengereman seperti anti-lock braking system (ABS) yang mencegah mobil terkunci, dan kantung udara yang langsung mengembang untuk menekan efek cedera saat terjadi tubrukan.

Teknologi SCBS pada CX-5 juga dilengkapi dengan fitur kontrol akslerasi untuk transmisi otomatik, yang sangat membantu mencegah mobil melompat tiba-tiba akibat pengemudi salah injak pedal.
Sebenarnya, SCBS juga diaplikasikanpada mobil buatan Eropa seperti Volvo yang oleh Volvo disebut dengan istilah Auto Brake System.

Presiden Direktur PT. Mazda Motor Indonesia keizo Okue di sela acara peluncuran Mazda RX-8 Spirit R di Central Park, Jakarta, Rabu (15/2) lalu memberi isyarat mobil ini memang akan dirilis di Indonesia dengan perlengkapan pengereman otomatis di atas. "Pokoknya, kehadiran Mazda CX-5 nanti akan menjadi kejutan tersendiri buat kalian semua," kata Keizo Okue.


Penulis: Choirul Arifin  |  Editor: Ade Mayasanto

Selasa, 21 Februari 2012

Tabulet Octa 2 Siap Dipasarkan

Tabulet Octa 2 siap diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar consumer electronic Indonesia akan tablet PC dengan harga terjangkau.

Tabulet Octa 2 dilengkapi layar kapasitif berukuran 8 inchi dan mampu mengenal 6 poin multitouch. Tabulet Octa 2 tampil dalam kualitas High Definition XGA 1024 x 768, yang memungkinkan penggunanya menikmati setiap detil terkecil dalam film HD dan photo kesayangan.

"Produk juga dilengkapi dengan layar Anti Reflective. Dengan kata lain, pengguna Tabulet Octa 2 akan mudah menggunakan Tabulet Octa 2 di luar ruangan, dengan minimalnya refleksi cahaya pada layar," ujar Dyah Astri Citraresmy dari Tabulet Electronics Corporation di Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Disandang dengan teknologi built-in 3G terdepan yang mempunyai kecepatan HSDPA sampai dengan 7.2 mbps, Tabulet Octa 2 memungkinkan Anda untuk menikmati video atau musik online.

Tabulet Octa 2 pun mampu menjadi hot spot internet, memungkinkan PC, laptop, dan telepon genggam Anda terkoneksi ke internet.

Tak ketinggalan pula fungsi telepon dan SMS. Tabulet Octa 2 menjawab kebutuhan konsumennya akan konektivitas, di manapun dan kapanpun. Tablet berlayar kapasitif 8 inch ini hadir dengan hardware yang sama dengan Tabulet Octa 1.

Mengusung OS Android GingerBread 2.3, Tabulet Octa 2 dipadu dengan fast processor Arm Cortex A8 1GHz, yang ditenagai oleh Telechips, perusahaan pembuat chip untuk Tablet terbesar dari Korea.

Lengkap dengan dual kamera depan VGA dan belakang 2MP, Tabulet Octa 2 nampak elegan disandingkan dengan sensitive buttons sebagai alat bantu navigasinya. Tabulet Octa 2 hadir dalam tiga pilihan warna; Pure White dan Brilliant Black, dan tampilan memukau dari warna edisi terbatasnya, Vibrant Red.


Penulis: Eko Sutriyanto  |  Editor: Dewi Agustina

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money