Minggu, 14 Agustus 2011

Pasar Tanah Abang Membludak, Kuli Panggul Panen

Pasar Tanah Abang diserbu konsumen, kuli panggul alias portir pun panen raya.

Pendapatan mereka meningkat hingga 100 persen. “Kalau sehari biasanya paling banter dapet Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu. Sekarang bisa Rp 80 ribu, bahkan kadang bisa lebih,” ujar Asep, portir asal Pandeglang, Kamis (4/8).

Selama bulan puasa diakui Asep, pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat membludak. Masyarakat banyak yang memborong baju-baju muslim dan pakaian salat. “Wah kalau Pasar Tanah Abang lagi ramai, kami panen raya,” lanjut Asep.

Pengguna jasa para porter ini tidak hanya pemilik toko untuk mengangkut barang dari mobil box atau gudang ke toko. Acapkali masyarakat yang memborong pakaian pun menyewa jasa portir.

Justru penyewa jasa portir dari kalangan konsumen inilah makanan empuk bagi mereka. Bagaimana tidak, untuk mengangkut satu pal, seorang portir bisa mengantongi uang Rp 80 ribu, karung besar Rp 100 ribu dan karung sedang Rp 50 ribu. Ongkos tersebut sudah termasuk biaya merapihkan karung hingga siap kirim ke ekspedisi.

“Pengguna jasa tinggal menyerahkan bon pembelian toko dan menentukan kemana tujuan barang. Nanti kami yang ambil. Pokoknya semua beres,” ujar Iwan, portir lainnya.

Cuma pembeli yang model seperti ini biasanya sudah langganan masing-masing portir. Itu pun tidak setiap minggu mereka ke Tanah Abang.

Untuk saat ini, para portir lebih mengandalkan angkutan barang milik para pedagang atau pemilik toko di pasar Tanah Abang Karena jaraknya yang dekat, satu karung ongkosnya berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu.

Asep, Iwan dan ratusan portir lainnya mulai bekerja mengangkut barang sekitar pukul 08:00 hingga pukul 17:00. Seharian mereka nongkrong di area pasar. Sesekali keliling untuk mencari calon pengguna jasa kuli angkut.

Meski menjadi kuli angkut barang tergolong berat, para portir diakui banyak yang tetap menjalankan puasa. Agar tidak terasa haus, para portir yang sedang puasa biasanya memilih mengangkut barang di area pasar. “Habis ngangkut barang, bisa ngadem deket AC atau deket pintu,” tukasnya.

Pun demikian, diakui Asep banyak kawan-kawan portir yang memilih tidak puasa. Alasannya supaya bisa mengangkut barang lebih banyak. “Mumpung lagi banyak order,” aku Iwan.

Jika bisa mengangkut barang lebih banyak, kocek cepat penuh. “Kalau kocek penuh, kami bisa mudik Lebaran.”

Para portir yang mangkal di pasar Tanah Abang ini umumnya adalah orang-orang Banten terutama daerah Pandeglang dan Serang.

(inung/sir)


http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/05/pasar-tanah-abang-membludak-kuli-panggul-panen

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Design Blog, Make Online Money