Diduga karena putus
cinta, seorang ABG putri nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung
diri di lantai tiga rumahnya, Perumahan Pejuang Jaya, Jalan Satria Blok C
nomor 474, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi,
Kamis (8/9/2011) petang.
Sebelum nekat mengakhiri hidupnya, korban diputus cinta melalui pesang singkat (SMS) oleh kekasih yang tidak disetujui orang tuanya.
Sebagaimana dikutip dari situs Polda Metro Jaya, korban yang bernama Irfanati Syahidah (15) nekat gantung diri di lantai tiga rumahnya, tempatnya biasa menjemur pakaian.
Putri bungsu pasangan Hermawan Suherman dan Sri Sulasmin, ditemukan pertama kalinya oleh kakak korban bernama Rosid (17) pada Kamis petang. Saat, meminta korban untuk membelikan bakso, sang kakak lantas mencari korban ke lantai tiga di rumahnya. Betapa terkejutnya Rosid, saat menemukan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Diduga korban mengakhiri hidupnya pada Kamis siang, saat rumah dalam keadaan kosong. Saat itu orangtua dan kedua kakak korban sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Peristiwa tersebut membuat keluarga terkejut, karena korban dinilai periang dan tidak terlihat murung atau tidak menunjukkan sedang ada masalah dengan kekasihnya.
Sebelum nekat mengakhiri hidupnya, diketahui korban menerima pesan singkat (SMS) pemutusan hubungan cintanya melalui telepon genggamnya. Usai menerima SMS, korban yang ada di lantai dasar rumahnya seketika naik ke lantai tiga.
Dugaan korban melakukan aksi gantung diri karena diputus cinta, diperkuat dengan hasil penyelidikan polisi. Dari ponsel korban diketahui bahwa korban telah diputus cinta oleh kekasihnya bernama Hendi. Orang tua korban tidak menyetujui hubungan mereka, karena Hendi seorang pengangguran.
Kini barang bukti berupa tali dan telepon genggam diamankan polisi, sedangkan korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi guna penyelidikan lebih lanjut.
Sebelum nekat mengakhiri hidupnya, korban diputus cinta melalui pesang singkat (SMS) oleh kekasih yang tidak disetujui orang tuanya.
Sebagaimana dikutip dari situs Polda Metro Jaya, korban yang bernama Irfanati Syahidah (15) nekat gantung diri di lantai tiga rumahnya, tempatnya biasa menjemur pakaian.
Putri bungsu pasangan Hermawan Suherman dan Sri Sulasmin, ditemukan pertama kalinya oleh kakak korban bernama Rosid (17) pada Kamis petang. Saat, meminta korban untuk membelikan bakso, sang kakak lantas mencari korban ke lantai tiga di rumahnya. Betapa terkejutnya Rosid, saat menemukan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Diduga korban mengakhiri hidupnya pada Kamis siang, saat rumah dalam keadaan kosong. Saat itu orangtua dan kedua kakak korban sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Peristiwa tersebut membuat keluarga terkejut, karena korban dinilai periang dan tidak terlihat murung atau tidak menunjukkan sedang ada masalah dengan kekasihnya.
Sebelum nekat mengakhiri hidupnya, diketahui korban menerima pesan singkat (SMS) pemutusan hubungan cintanya melalui telepon genggamnya. Usai menerima SMS, korban yang ada di lantai dasar rumahnya seketika naik ke lantai tiga.
Dugaan korban melakukan aksi gantung diri karena diputus cinta, diperkuat dengan hasil penyelidikan polisi. Dari ponsel korban diketahui bahwa korban telah diputus cinta oleh kekasihnya bernama Hendi. Orang tua korban tidak menyetujui hubungan mereka, karena Hendi seorang pengangguran.
Kini barang bukti berupa tali dan telepon genggam diamankan polisi, sedangkan korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi guna penyelidikan lebih lanjut.
Penulis: Abdul Qodir | Editor: Yudie Thirzano
http://www.tribunnews.com/2011/09/09/abg-nekat-gantung-diri-usai-diputus-cinta-lewat-sms

Jumat, 09 September 2011 [11.19]
habib maulana
Posted in: 
0 komentar:
Posting Komentar